TERKAIT DUGAAN MATERIAL ILLEGAL DI PROYEK LEMBAH ANAI, KASATKER PJN 1 TERTIPU ?

Editor : De Ola

TANAH DATAR, (JMG) – Misteri penggunaan dugaan material illegal untuk proyek bencana alam di Lembah Anai semakin terkuak. Hal ini terkuak setelah Masudi ST, MT selaku Kasatker PKN 1 BPJN Sumbar memberikan keterangan tentang izin galian C yang digunakan PT. HKI selaku kontraktor pelaksana.

Berdasarkan informasi dari Masudi, terkesan beliau tertipu dengan izin yang disampaikan PT. HKI. Benarkah Masudi tertipu?

Sebelumnya, berdasarkan pantauan JMG di lokasi pengambilan material galian C di kawasan Malibo Anai, terlihat aktifitas alat berat eksavator dengan leluasa mengeruk galian C. Anehnya, tidak ada tindakan dan larangan dari pihak BPJN Sumbar dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Setelah mengambil material tersebut, truk-truk itu langsung membawanya ke lokasi proyek bencana alam dikawasan Lembah Anai untuk dihampar sebagai lapisan dasar.

Saat ditanyakan pada Masudi, Senin (20/5) mengatakan saat ini design sedang digodok, konstruksi penanganan sedang dianalisa/dihitung, target jalan harus tersambung.
Bila ada menggunakan matrial setempat pasti itu tidak boleh dibayar, ujarnya.

Ditambahkan Masudi, setahunya pihak kontraktor melakukan normalisasi sungai batu dipinggirin. Untuk badan jalan mereka datangkan timbunan pakai dump truk. “Kalau ada photonya kirim saya pak, biar saya hajar mereka. Coba saya lacak memang saya belum minta bukti izin quarrynya”, ujarnya.

Beberapa hari kemudian tepatnya pada Minggu, (2/6) Masudi mengatakan bahwa material galian C untuk di Lembah Anai didatangkan dari lokasi yang telah memiliki Surat Izin Pengelolaan Bebatuan (SIPB) yakni dari PT. Tandikek Bukik Gadang Energi dan CV. Sarana Patamuan yang terletak di Patamuan Tandikek Padang Pariaman. “Ini pak, izin quarry HKI utk Lembah Anai. Nanti Langsung ketemu Humas HKI saja biar jelas Pak, nanti saya suruh hub bapak”, ujarnya sambil mengirimkan poto kedua SIPB yang dimaksud.

Apa yang disampaikan Masudi untuk “menghajar” kontraktor ternyata tak terbukti hingga hari ini. Pasalnya, berdasarkan info yang didapat JMG dilokasi pengambilan material galian C illegal, masih banyak terlihat eskavator yang bekerja. Begitu juga masih banyaknya truk yang lalu lalang membawa material illegal kelokasi proyek tersebut. (Tim)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.