Tendik Keluhkan Pungutan Untuk PSPP

Editor : De Ola

Padang Panjang, (JMG) – Aroma pungli dalam bentuk uang kutipan untuk sepakbola terdengar di dunia pendidikan Padang Panjang. Mencuatnya dugaan kutipan uang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang itu setelah adanya nyanyian dari beberapa Guru dan salah satunya oknum Kepala Sekolah.

Menurut salah seorang sumber JMG, kutipan uang sesuai arahan dari Kepala Dinas Pendidikan akan dipergunakan untuk menunjang kegiatan Pertandingan tim PSPP Padang Panjang yang akan berlaga mengikuti kompetisi liga tiga di Pulau Jawa beberapa waktu lalu.

“Nominal kutipan kepada guru tenaga pendidik disekolah yang saya pimpin sesuai arahan, Minimal Rp. 20.000”, ucap seorang Kepala Sekolah yang tidak bersedia dituliskan namanya (21/5/2024).

Tak cukup sampai disitu, JMG terus menelusuri kesekolah lain yang berlokasi di salah satu ujung kota Padang Panjang. Rupanya informasi yang didapatkan JMG sama dengan informasi sebelumnya.
Kutipan uang kepada guru tenaga pendidik di Kota Padang Panjang benar setelah melihat bukti himbauan tagihan kutipan melalui WhatsApp group.

” Assalamualaikum Bapak/ Ibu, Pesan Pak Kadis sebentar ini, uang Sumbangan untuk Penggalangan kegiatan PSPP, diminta pada guru dan Tendik minimal Rp. 20.000 dan disetorkan ke Dinas Pendidikan paling lama hari Rabu tanggal 3 April 2024″, pesan kepada Guru dan Tendik melalui WhatsApp yang didapatkan JMG.

” Penggalangan kutipan uang yang mengarah kepada kami para guru tenaga pendidik, saya rasa, kurang paslah kiranya. Masa iya, belanja daerah kita besar kok tiap tahunnya. Kenapa ini dilakuka? Saya gak mau berikan uang, dasarnya gak jelas”, kata seorang guru olahraga saat itu.

Ditambahkannya, “saya rasa arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang untuk meminta sumbangan kepada guru dan tenaga pendidik yang ditentukan nominalnya, sarat dengan kepentingan sesuatu yang diharapkan. Bisa-bisa menuai banyak kontroversi di berbagai pihak”, ungkapnya.

Sumbangan itu tidak ditentukan nominalnya alias sukarela, apabila ditetapkan nominalnya sesuai pesan melalui WhatsApp kepada kami, ini bisa-bisa mengarah ke pungutan liar. Jadi kita harus bisa membedakan antara sumbangan dan kutipan pungutan, tegasnya.

Di tempat lain, masih seputaran ASN yang berkantor di Kota Padang Panjang tapi gajinya dari pusat tak luput dari lobi-lobian. ” Saya juga didatangi seseorang yang intinya minta sumbangan. Ya saya kasih uang dari kantong saya. Kalau gak dikasi, malu juga sih ama teman-teman”, sebut seorang ASN Pusat yang berkantor di Kota Padang Panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang Nasrul, SH, M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan, terkait sumbangan untuk PSPP Padang Panjang tidak ada unsur paksaan dan tidak ada batasan jumlah nominalnya. Cuma bersifat sukarela, ungkapnya.

” Kami menghimbau bukan memaksa, untuk bergotong royong mendukung kegiatan PSPP”, katanya.

Ketika JMG bertanya soal penetapan nominal sumbangan yang beredar melalui WhatsApp guru tenaga oendidik dan berapa uang yang sudah terkumpul, Nasrul mengalihkan dan berkilah ke jawaban lain. ” Maaf belum sempat bertemu karena keadaan diluar dugaan. Cucu saya mendadak sakit, jawab Nasrul melalui WhatsApp nya Rabu (22/5/2024).

PJ Sekretaris daerah Kota Padang Panjang Dr Winarno,ME saat dikonfirmasi menjawab tegas, tidak ada perintah , tidak ada dipaksa cuma sekedar himbauan benar. Kita juga menghimbau pihak lain untuk berpartisipasi untuk PSPP Padang Panjang. Saya rasa mis komunikasi penyampaian di bawah berbeda. Silahkan klarifikasi ke Dinas Pendidikan yaa, kata Winarno melalui telepon selulernya. (Heri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.