Tambang Illegal Marak di Padang Pariaman, APH Belum Lakukan Tindakan?

Editor : De Ola

Padang Pariaman, (JMG) – Sepertinya penegakan hukum terkait penambangan illegal galian C di Kabupaten Padang Pariaman belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terbukti semakin hari semakin banyak lokasi penambangan illegal dikabupaten tersebut.

Penambangan illegal itu berdalih untuk proyek tol Padang Sicincin (Pacin) agar pelaksanaannya dapat cepat selesai. Bahkan ironisnya, ada penambang yang mencatut dan menjual nama oknum di Korem 032/WB dan Polda Sumbar. Hal ini diduga dilakukan agar aktifitas illegal yang dilakukan tidak ditindak penegak hukum dan tidak diekspos/diberitakan oleh jurnalis.

Seperti yang diduga dilakukan PT. Petronesia Benimel selaku subkon PT. HKI. Berdalih untuk percepatan jalan tol dan telah mendapat izin dari Polda Sumbar dan ESDM, Sumbar, perusahaan itu dengan leluasa melakukan penambangan illegal.

Seperti yang disampaikan Sahaja Raja Purba dari PT. Petronesia Benimel pada JMG. Menurut Raja penambangan illegal yang dilakukan pihaknya telah diketahui pihak Polda Sumbar dan ESDM Sumbar.

” Sebelum melakukan penambangan, kami sudah koordinasi dengan Dirsus Polda dan ESDM Sumbar. Mereka mengizinkan dengan catatan libatkan masyarakat pemilik tanah. Hal ini untuk percepatan pelaksanaan proyek tol.”, ujarnya.

Saat didesak siapa dari pihak Polda Sumbar dan ESDM Sumbar yang memberikan izin tersebut, Raja tak mau menyebutkannya. Menurutnya JMG tak perlu tahu siapa orangnya, yang pasti izin itu disampaikan secara lisan.

Raja juga meminta JMG tidak hanya memberitakan penggunaan material illegal oleh PT. Petronesia Benimel saja. Sebab yang gunakan material illegal tidak hanya Petronesia melainkan seluruh subkon untuk proyek tol tersebut gunakan material illegal.

” Silahkan saja diberitakan masalah material illegal ini. Tapi kalau bisa jangan hanya Petronesia yang diberitakan. Semua subkon di tol itu pakai material illegal”, ujarnya.

Tak hanya pihak PT. Petronesia Benimel yang ngaku telah dapat izin lisan dari Polda Sumbar, salah seorang pelaku tambang yang mengisi material ke PT. Petronesia dan PT. Wira Agung juga mengaku ke JMG bahwa dirinya telah koordinasi dengan Korem 032/WB serta Polda Sumbar.

” Saya telah koordinasi dengan pihak Polda Sumbar dan Korem 032/WB. Jadi lancar lancar saja kalau mau menambang”, ujarnya. (Tim)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.