Polres Pasaman Belum Lanjutkan Penyelidikan Tambang Emas Illegal Milik Ipah, Ada Apa?

Editor : De Ola

Pasaman, (JMG) – Tambang emas illegal milik Ipah di Rumpuik Paik Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat sepertinya kebal hukum. Sebab hingga saat ini tambang emas illegal tersebut masih beraktifitas.

Sebelumnya, Ipah pernah di panggil pihak Polsek Bonjol dan Polres Pasaman. Akan tetapi setelah itu kasusnya diam. Diduga Ipah menyerahkan sejumlah uang saat itu. Bahkan nilainya mencapai puluhan juta rupiah kepada oknum Polres Pasaman agar dirinya tidak diproses hukum.

Beberapa bulan setelah itu, Ipah kembali mendapatkan surat panggilan. Anehnya, pasca menerima surat panggilan yang ditandatangani AKP Andri A selaku Kasat Reskrim Pasaman beberapa waktu lalu kepada Ipah ternyata tak membuat nyalinya ciut. Buktinya, Ipah tetap melakukan penambangan emas illegal.

Pemanggilan yang dilakukan Satreskrim Polres Pasaman membuktikan adanya praktek tambang emas illegal. Surat pemanggilan Ipah yang bernomor 8/11/IV/Res 5.5/2024/Reskrim tertanggal 3 April 2024 itu sampai ke redaksi JMG.

Dalam surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Pasaman tersebut, Ipah diminta untuk datang keruangan Idik II Satreskrim Polres Pasaman pada Jumat, 5 April 2024 terkait dugaan penambangan emas illlegal yang dilakukan Ipah. Sayangnya, Ipah tak datang dan diwakili oleh anaknya bernama Idul.

Saat ditanyakan kepada AKP Andri A selaku Kasat Reskrim Pasaman, dia mengatakan bahwa surat pemanggilan tersebut benar adanya. Kendati demikian beliau belum bisa menjelaskannya.

” Surat itu benar adanya. Saya baru efisien masuk di Polres Pasaman sekitar dua minggu. Terkait surat itu, saya akan tanyakan kepada anggota nantinya”, ujar Andri beberapa waktu lalu.

Andri juga mengatakan bahwa saat ini pihak Reskrim Pasaman belum memanggil Ipah kembali karena banyaknya kasus yang sedang diproses dan kurangnya tenaga penyidik di Satreskrim Pasaman.

Menanggapi hal ini, Hermansyah Sekretaris Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Simatera Barat merasa heran dengan belum dilanjutkannya proses pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ipah. Padahal sebelumnya Ipah telah dipanggil secara resmi, tuturnya.

” Kami merasa heran terhadap penyelidikan kasus tambang emas illegal milik Ipah tersebut. Ada apa dengan Polres Pasaman?”, tanya Herman.

Lebih lanjut Herman mengungkapkan bahwa LP-KPK Sumbar akan terus memantau perkembangan kasus Ipah tersebut. Sebab sepertinya Ipah kebal hukum. Hal ini ditandakan dengan masih dilakukannya penambangan di lobang milik Ipah itu. (Tim)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.