Perkenalkan Potensi ke Timur Indonesia, Sumbar Expo Ke-VIII Digelar di Makassar

KD – Guna memperkenalkan potensi daerahnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) tahun ini gelar Sumbar Expo (SE) VIII pada 15-18 November 2018 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Prov. Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dikatakan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Sumbar Nasir Ahmad, selain karena Makassar adalah kota metropolitan terbesar di timur Indonesia yang menjadi pintu gerbang dan pusat perdagangan di kawasan itu, banyaknya potensi daerah yang bisa dijadikan objek kerjasama antara Sumbar dengan Prov. Sulsel atau provinsi lain di Wilayah Indonesia Timur juga menjadi faktor lain ditetapkannya Makassar sebagai lokus SE VIII 2018.

“Dengan diadakan di Makassar, diharapkan peluang investasi dan kerjasama di bidang perdagangan, kebudayaan, dan pariwisata semakin besar, meningkat, dan dapat direalisasikan lebih baik lagi,” ujar Nasir Ahmad saat memberikan sambutan pada acara Sosialiasi & Rapat Persiapan Sumbar Expo VIII yang digelar di Hotel Singgasana Makasar, Kamis (13/9), dan diikuti oleh Asisten Pemerintahan Devi Kurnia, Kadis Perindag Asben Hendri, Kadis Kebudayaan Gemala Ranti, Kepala Biro Humas Jasman, mewakili Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau, Dinas PM & PTSP, dan Kepala Badan Penghubung Sumbar Andre Setiawan.

Pelaksanaan SE VIII 2018 ini sendiri nantinya akan melibatkan Pemprov Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, serta perantau Minangkabau yang tersebar di Prov. Sulsel dan Prov. Sulawesi Barat.

Untuk itu, kepada perwakilan Pemprov Sulsel, Pemko Makasar dan perwakilan masyarakat Minangkabau dari Sulsel dan Sulbar yang turut hadir di Rapat Persiapan tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Prov. Sumbar Devi Kurnia meminta kerjasama dan dukungan penuh agar SE kali ini sukses dan dapat terselenggara dengan baik.

“Kita sangat berterimakasih kepada Pemprov Sulsel dan Pemko Makasar yg telah mendukung event ini. Namun kita sangat berharap adanya dukungan kemudahan dalam berbagai hal secara administratif,” pinta Devi di kesempatan yang sama.

Devi Kurnia juga berharap, sejalan dengan ide awal SE sebagai ajang promosi potensi daerah Sumbar, Pemprov Sulsel dan Pemko Makassar dapat mewadahi dan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov Sumbar dengan pelaku usaha setempat.

“Kita juga mengharapkan dukungan dan fasilitasi pertemuan dengan usahawan yang ada di Sulsel dan wilayah Indonesia Timur lainnya,” imbuhnya.

Sebagaimana dijelaskan Kepala Biro Humas Setda Prov. Sumbar Jasman dalam rilis tertulisnya, selain menampilkan ragam potensi daerah dan berbagai peluang investasi, SE VIII juga akan menyuguhkan aneka kesenian Sumbar, antara lain, peragaan busana adat Minangkabau, Silek Galombang, Tari Piriang, Gandang Tambua, Musik Tradisional, dan Seni Kreasi khas Sumbar lainnya.

Jasman juga mengungkapkan, pada SE kali ini akan diadakan pula dialog kebudayaan antara masyarakat ranah dengan rantau.

“Ini sebentuk cara kita mengaplikasikan apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, yakni pelestarian, pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan terhadap 10 objek pemajuan kebudayaan, antara lain; tradisi lisan, adat istiadat, permainan rakyat, pengetahuan tradisional, seni, dan ritus,” urainya.

Jasman menambahkan, untuk penampilan kesenian dan kebudayaan tersebut, Dinas Kebudayaan Prov. Sumbar akan berkolaborasi dengan perantau yang ada di Sulsel dan Sulbar, dan Tim Kesenian & Budaya Bugis.

Dalam rilis yang sama dipaparkan, untuk memaksimalkan SE sebagai wadah promosi dan peluang investasi di Sumbar, utamanya sektor perdagangan dan pariwisata, akan diadakan pertemuan antara Pemprov Sumbar dengan beberapa Provinsi di Wilayah Indonesia Timur.

“Pertemuan ini bentuknya business meetting. Bisa di level G to G, G to B, atau B to B. Nanti difasilitasi oleh Dinas yang membidangi penanaman modal masing-masing provinsi,” pungkasnya.

 

Humas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.