LP-KPK SUMBAR SEGERA SURATI PROPAM POLDA, TERKAIT DIPULANGKANNYA PENGANTAR SABU?

Editor : De Ola

Padang, (JMG) – Pelepasan seorang wanita berinisial N yang memaksakan memasukan sabun cair kedalam rutan Padang oleh Satnarkoba Polresta Padang beberapa waktu lalu menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, terkesan penegakan UU Narkotika pasal 112 ayat 1 tak berlaku di Polresta Padang dalam kasus tersebut.

Pelepasan N tersebut mendapat tanggapan berbagai pihak yang salah satunya dari Hermansyah, Sekretaris Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Sumatera Barat.

“Ada apa dengan Satuan Narkoba Polresta Padang memulangkan kembali wanita berinisial N ? Padahal sebelum diserahkan ke Polresta Padang, wanita tersebut telah diamankan oleh Petugas Rutan Kelas II B Padang terkait membawa bungkusan dan upaya oenyeludupan Narkotika jenis sabu dalam kemasan sabun cair yang ditutupi makanan martabak pada tanggal (4/6/2024) lalu” ujar Herman.

Masih menurut Herman, merujuk pada UU Narkotika pasal 112 ayat (1) setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum Memiliki, Menguasai, Menyimpan dan menyediakan untuk diberikan pada seseorang atau pihak lain dapat dipidana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 800 ribu, apakah ini tidak patut kita curigai kalau N telah melanggar Pasal 112 ayat 1 UU Narkotika tersebut? tanyanya lagi.

” LP-KPK Provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat akan membuat surat ke Kapolda Sumbar dan Kabid Propam Polda Sumbar untuk menindaklanjuti ada apa dengan pelepasan N tersebut. Apabila ada dugaan permainan oleh oknum – oknum penegak hukum di Polresta Padang dalam proses penegakan hukum, maka harus mendapatkan sanksi yang tegas, kata Hermansyah disela-sela kesibukannya.

Sementara itu , Kasat Narkoba Polresta Padang, AKP Martadius saat dikonfirmasi mengatakan terduga pelaku inisial N dibawa dari Rutan kelas II B Padang untuk di periksa di Satuan Narkoba Polresta Padang. Setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap yang terduga pelaku insial N, tidak satupun percakapannya dengan tersangka yang di Rutan tersebut ditemukan didalam dua handphone yang telah kami periksa untuk bisa menjeratnya jadi tersangka, ulasnya.

Ketika JMG bertanya lagi, apakah tidak terpenuhi unsur pidananya terkait tindakan N yang berupaya dan memaksa tamping di Rutan Padang untuk memasukkan paket sabu dalam sabun cair dengan kata lain N berupaya menyelundupkan sabu sesuai yang tertulis dalam UU Narkotika pasal 112 ayat(1), Martadius menjawab belum terpenuhi.

” Belum terpenuhi lagi bang. Kita memeriksa seseorang selalu berhati-hati, sesuai aturan dan SOP yang ada, kami disini tidak pernah melepas bang, cuma memulangkan karena tidak cukup bukti. Nanti dinilai pula kita menzolimi. Jadi terduga pelaku ini kita ambil sebagai saksi”, kata Martadius saat dijumpai diruang kerjanya. (Heri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.