KPLP SIJUNJUNG NGAKU TAK TAHU ATURAN TERKAIT ORGEN TUNGGAL DALAM LAPAS

Editor : De Ola

Sijunjung, (JMG) – Dugaan kongkalingkong dan Pungutan liar di Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Kelas II B Sijunjung Provinsi Sumatera Barat semakin menggelinding dan menjadi pertanyaan ditengah masyarakat.

Diberitakan JMG sebelumnya, terkait dugaan permainan di Lembaga Pemasyarakatan Sijunjung setelah adanya nyanyian dari beberapa warga binaan dilapas itu.

Dugaan permainan dimulai dari bebasnya para WBP pilihan KPLP dalam memiliki dan menggunakan Handphone, Pulang kerumah tengah malam WBP kembali lagi saat subuh hingga bermacam dugaan pungli.

Seperti pungutan untuk mengikuti acara hiburan orgen tunggal dalam rangka memperingati hari Bhakti Pemasyarakatan yang diadakan beberapa waktu lalu. Masing-masing WBP dipungut biaya Rp. 30 ribu.

Terkait hal tersebut, Rhandy Altasa SE selaku KPLP saat dikonfirmasi menjawab Aneh. ” Bukan saya yang meminta dan bukan pula petugas. Itu semua kemauan mereka (WBP) untuk menyumbang”, ujarnya.

Ketika JMG tanya siapa yang memungut uang Rp. 30 ribu dan kepada siapa uang diserahkan Rhandy menjawab ” Saya tidak tahu, yang jelas bukan saya yang minta” sebutnya.

Berita JMG sebelumnya, Rhandy mengakui ada pungutan,” Memang ada pungutan kepada warga binaan untuk hiburan orgen tunggal. Akan tetapi tidak saya yang memungut. Itu semua atas persetujuan warga binaan. Mereka butuh hiburan juga,” kata Rhandy melalui telepon selulernya(23/5).

Saat itu acara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang diadakan beberapa waktu lalu. Semua kegiatan kita lombakan dan setelah itu penyerahan hadiah. Selesai semua kegiatan, baru acara hiburan orgen tunggal dan semua itu atas kemauan warga binaan, kita tidak ada mungut biaya kilah Rhandy(25/5).

Ketika JMG menanyakan soal aturan dan larangan terkait hak dan kewajiban WBP selama berada di lembaga Pemasyarakatan, Rhandy menjawab soal aturan dirinya juga kurang tahu. (Heri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.