Korong Asam Pulau, Mantan Desa yang Terabaikan

Dulu, Korong Asam pulau adalah sebuah desa yg terletak di Kanagarian Anduring Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Waktu itu Asam Pulau secara administratif merupakan sebuah desa.

Pemerintah kemudian mengeluarkan UU No 22 tahun 1999 yang memberikan peluang untuk menghidupkan kembali bentuk pemerintahan asli jika masyarakat setempat menginginkannya. UU No 22/1999 ini selanjutnya disempurnakan oleh UU No 32/2004.

Desentralisasi, yang diimplementasikan dengan pemberian otonomi kepada daerah, memungkinkan adanya proses pemberdayaan masyarakat karena tersedianya ruang untuk berpartisipasi dan menentukan sendiri model pembangunan berdasarkan kebutuhan lokal. Penerapan desentralisasi tentu saja menuntut adanya reorganisasi dari struktur pemerintahan lokal.

Hal ini kemudian direspon oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengeluarkan Perda No 9/2000 yang kemudian disempurnakan dengan Perda No 2/2007. Proses kembali ke nagari ini dilaksanakan secara bertahap. Sebelum diberlakukannya UU No. 5/1979, di Sumatera Barat terdapat 543 nagari, setelah kebijakan kembali ke nagari di implementasikan pada tahun 2000, maka hingga tahun 2006 terbentuklah sebanyak 519 nagari.

Setelah bentuk desa di kembalikan ke bentuk nagari, maka di gabunglah beberapa desa menjadi satu nagari, yaitu nagari Anduring kecamatan 2*11 kayu tanam.

Asam pulau adalah daerah yang punya potensi baik secara ekonomi maupun sumber daya alam. Kalau secara ekonomi di Asam pulau berdiri PLTA Singkarak yang dapat men suplay energi listrik sebesar 175 MW.

Dan di sini juga menjadi sumber suplay air minum untuk daerah Lubuk Alung, Parit Malintang dan sekitarnya yang di kelola oleh PDAM Padang Pariaman.

Sedangkan untuk sektor pariwisata, Asam Pulau sebenarnya banyak menyimpan potensi yang dapat di kembangkan, salah satunya Objek Wisata Air Terjun Pelangi yang bisa dijadikan tempat pemandian alam pegunungan. Dengan sumber air yang jernih dan bersih, yang belum terkontaminasi oleh pencemaran limbah rumah tangga dan lainnya.

Namun disisi infrastruktur jalan, cukup miris di rasakan oleh masyarakat. Yang mana jika dibandingkan dengan Daerah lain di Kabupaten Padang Pariaman sangat jauh tertinggal.

Entah kenapa perhatian Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman seperti tidak ada sama sekali. Contohnya, Jalan Kabupaten ruas Lubuk Alung – Asam Pulau yang dibangun sewaktu pengerjaan Proyek PLTA Singkarak sepanjang lebih kurang 16 KM, hingga saat ini sudah sekitar hampir 30 tahun tak pernah dilakukan pemeliharaan jalan.

Padahal seluruh aset baik jalan maupun jembatan dari Lubuk Alung sampai asam pulau sudah diserah kan oleh pihak PLN kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 1998 dan diterima langsung oleh PLT Bupati Padang Pariaman ketika itu yaitu Bapak Amran Abas.

Untuk itu masyarakat Asam Pulau sangat berharap perhatian Kepala Daerah, terutama kepada Bupati terpilih Kabupaten Padang Pariaman periode 2020 – 2025 nantinya agar dapat bersikap adil dan memberlakukan pembangunan yang merata di semua daerah di Kabupaten Padang Pariaman, sehingga Asam Pulau juga menjadi lebih terperhatikan dan lebih dikembangkan kedepannya, karena daerah ini cukup punya Potensi, baik Sumber Daya Alam maupun Ekonomi dan Pariwisata. *043

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.