Ground Support Mandiri, Dalam Konsep Pertahanan Kepulauan

Editor : Ocu Azhar

Pekanbaru, ( Jejak Media Group/ JMG ) – TNI Angkatan Udara dalam menjalankan tugasnya memiliki karakteristik tersendiri, yang salah satunya yaitu aspek mobilitas.

Dari aspek ini dapat digambarkan bahwa kekuatan udara yang dimiliki harus dapat digelar dengan cepat di wilayah pulau  tertentu dalam menghadapi berbagai kemungkinan munculnya ancaman.

Dari seluruh pangkalan udara yang ada di Indonesia belum semua personel memiliki kualifikasi untuk melakukan penanganan terhadap pesawat.

Untuk itulah seorang penerbang pesawat tempur Hawk 100/200 selain dituntut menguasai sistem pesawatnya, juga dituntut mampu melaksanakan ground support secara mandiri.

Operasi Mandiri atau kemampuan ground support tersebut dilaksanakan dan diuji pada Latihan Bido Gesit 2024 yang dilaksanakan Skadron Udara 12, Selasa (27/2/2024).

Bertempat di Shelter Skadron Udara 12.Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Feri Yunaldi, S.E., M.Han., selaku Pimpinan Umum Latihan mengawasi pelaksanaan kegiatan ini dan  berpesan kepada seluruh penerbang untuk semuanya dapat memperhatikan tahapan latihan mandiri ini.

“Ini adalah keahlian yang harus dimiliki setiap penerbang, saya minta setiap penerbang bisa melaksanakan ini, untuk patek, instruktur, dan Komandan tetap awasi hand on jaga safety pelaksanaannya” pesan Komandan Lanud.

( Az77 )

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.