Ditkrimsus Polda Riau Ungkap Tiga Perkara Tindak Pidana Yang Mengakibatkan Kerugian Negara Milyaran Rupiah

Editor : Ocu Azhar

PEKANBARU, (Jejak Media Group/JMG) – Dit Krimsus Polda Riau gelar Press Release pengungkapan 3 kasus tindak pidana yang terjadi diwilayah hukum Polda Riau yang terjadi pada akhir tahun 2023 dan awal 2024 yang dilaksanakan dihalaman belakang Mapolda Riau, Kamis (11/01/2024).

Adapun kasus yang berhasil diungkap Ditkrimsus Polda Riau yaitu: tindak pidana perdagangan sepatu, pakaian bekas dari luar negeri serta peredaran rokok ilegal dengan kerugian negara sebesar Rp. 700 Juta, dan tindak pidana siber phising dan ilegal akses crypto dengan jumpah sitaan aset sebesar Rp. 5.1 Milyar.

Dalam prees release tersebut dihadiri Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono, Bea Cukai Riau serta tamu undangan lainnya.

” Tindak pidana rokok ilegal dengan berbagai merk berhasil diungkap pada akhir tahun 2023 dengan TKP Jalan Arjuna Labuh Baru kec. Payung Sekaki dengan tersangka JES dan barang bukti 40.000 bungkus rokok ilegal. Tersangka melanggar UU No 17 Tahun 2023 pasal 43 dengan ancaman 5 tahun penjara  “, sebut Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi.

Lanjut Dirreskrimsus, selanjutnya tindak pidana memasuki atau mengedarkan barang palsu, tidak baru atau bekas berupa sepatu atau pakaian bekas dari luar negeri yang diindikasikan berasal dari Batam.

” Tersangka DBS (sopir) dan SS (penghubung/pencari pembeli) berhasil amankan di jalan lintas Siak-Perawang KM 11 pada tanggal 4 Januari 2024 dengan barang bukti 1 buah truk yang berisi sepatu bekas sebanyak 146 pasang dan pakaian bekas sebanyak 52 karung, dan kedua pelaku telah melanggar UU Nomor 7 tahun 2014 tentang larangan perdagangan impor barang-barang bekas dengan ancaman 5 tahun penjara “, tambahnya.

Kombes Nasriadi menambahkan, setelah itu Ditkrimsus juga berhasil mengungkap tindak pidana Ilegal Akses. Dan berhasil mengankan terangka DA di Perum Damai Langgeng.

” Adapun modus terangka DA menyebar link palsu keseluruh pemilik akun-akun dompet digital Crypto (Metamask) dan menyebarkannya ke medsos. Link palsu tersebut berisikan pemberitahuan atau peringatan penutupan akun Metamask sehingga korban segera mengganti username dan passwordnya. Jadi, ketika ada pemilik akun yang merepon, pelaku langsung mendapatkan identitas dan password pemilik akun, lalu pelaku langsung mencuri seluruh coin crypto diakun itu “, sebutnya.

Selanjutnya pelaku mengakses akun korban dengan ID yang tersimpan dan mengetahui saldo akun korban tersebut.

” Seluruh saldo tersebut dikirim pelaku ke akun indodaxnya untuk melakukan pembelian koin Ethereum ( ETH ), setelah itu pelaku langsung melakukan tranding dan menarek seluruh uang hasil tranding tersebut “, beber Dirkrimsus.

Pelaku DA ini telah melancarkan aksinya semenjak tahun 2017 silam, dan dari DA polisi menyita aset sebesar Rp 5,1 Milyar, rumah mewah, 3 (Tiga) unit mobil mewah serta sejumlah kendaraan roda dua.

” Pelaku dijerat ayat (1) Juncto pasal 48 ayat (1) dan/atau pasal 30 ayat (2) Juncto pasal 46 ayat (2) UU Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi electronik dengan ancaman 9 tahun penjara “, pungkasnya.

( Az77 )





Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.