Diduga Curi Arus P.T. PLN, LSM PKRI Asahan Segera Laporkan Pihak Usaha Ternak Ayam Di Desa Perk. Sei. Dadap III/IV

Editor : De Ola

Asahan, (JMG) – Diduga lakukan pencurian arus listrik milik perusahaan milik negara, P.T. PLN. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Cadsena Kabupaten Asahan, segera melaporkan pihak usaha ternak ayam broiler yang terletak di Dusun IV Desa Perk. Sei. Dadap III/IV Kecamatan Sei. Dadap Kab. Asahan.

Hal tersebut diterangkan Jhon Efdi Adinata, Ketua DPC LSM PKRI Cadsena Kab. Asahan kepada awak JMG, Senin (27/05/2024) siang di Kisaran. Menurutnya, setelah melakukan investigasi kelapangan dan setelah memperoleh fakta-fakta yang didapat di lokasi ternak ayam, Jhon Efdi Adinata yang biasa dipanggil Adi itu, mengatakan bahwa dugaan pencurian arus listrik milik negara itu telah melanggar undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenaga listrikan.

Lebih rinci Adi menyebutkan, pelaku yang diduga melakukan penyalah gunaan arus listrik, bisa terkena pasal 51 ayat 3 yang menyebutkan “Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik dengan tanpa hak, bisa dipidanakan dengan ancaman hukum 7 tahun penjara dan denda maksimal hingga Rp. 2.500.000.000.- (Dua milyard lima ratus juta rupiah).

Tindak pidana pencurian listrik dianggap sebagai tindak pidana di Indonesia, sebagaimana bunyi dalam pasal 5 UU No 30 tahun 2009 tentang Ketenaga listrikan, disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum, mengambil, menggunakan, atau menyebabkan terambilnya dan atau terpakainya listrik yang dipasok oleh P.T. PLN , dapat dihukum dengan pidana penjara dan atau denda.

“Pasal 12 ayat 1 UU No 30 tahun 2009 menyebutkan, bahwa pelaku pencurian listrik dapat dihukum dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. Selanjutnya jika pelaku terbukti melakukan pencurian listrik, pelaku dapat dikenakan denda sebesar dua kali lipat dari nilai listrik yang tidak dibayar atau dihindari pembayarannya. Dan selain pidana penjara dan denda, pelaku pencurian listrik juga dapat dikenakan sanksi tambahan, berupa pemutusan pasokan listrik oleh .P.T. PLN” ungkap Adi kepada awak media.

“Kerena masalah ini terkait dengan keuangan negara, dan dapat mengganggu hayat hidup orang banyak, maka kami DPC LSM PKRI Cadsena Kab. Asahan, sesegera membawa persoalan dugaan pencurian arus listrik itu ke ranah hukum”, tandas Jhon Efdi Adinata menutup.
(thd).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.