Cabuli Gadis Dibawah Umur Lalu Bawa Kabur ke Bandung, Tersangka MA Akhirnya di Ciduk Polres Dharmasraya

Editor : De Ola

Dharmasraya (JMG) – Menindaklanjuti adanya laporan dari keluarga korban beberapa waktu lalu, pelaku tindak Kriminal dalam kasus Perbuatan Cabul dan diduga melarikan perempuan di bawah umur akhirnya ditangkap anggota Satreskim Polres Dharmasraya, di Kenagarian Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, jumat (20/01 2023) .

Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah, melalui Kasat Reskrim Polres Dharmasraya Iptu Dwi Angga Prasetyo, Mengatakan, betul sekali anggota Satreskim Polres Dharmasraya telah mengamankan seorang pemuda yang berinisal MA umur 22 tahun, saat turun dari Bus dari pulau Jawa.

“Diduga Pemuda tersebut telah melakukan Perbuatan Cabul dan melarikan perempuan yang masih di bawah umur tanpa izin orang tua nya,” ungkap kasat Reskrim.

Dilanjutkan kasat, Kronologisnya Perbuatan Cabul atau melarikan Perempuan yang belum dewasa terhadap anak korban terjadi pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 lalu, sekira pukul 22.00 wib.

Anak korban dibawa pergi tanpa seijin orang tua anak oleh pelaku dari jorong Tanjung Paku Alam, Kenagarian Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, menuju Desa cilengkrang, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, Selama berada ditempat tersebut lah anak korban disetubuhi oleh pelaku secara berulang kali, sehingga anak korban pada saat ini dalam keadaan hamil 4 bulan,” jelasnya.

Karena tak terima perbuatan tersebut yang di lakukan oleh tersangka MA kepada anak korban, kemudian orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Dharmasraya, guna proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatan pelaku di kenakan pasal 81 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang jo pasal 76 D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun Jo Pasal 332 KUHPidana dengan Pidana penjara tujuh tahun,” tutup Kasat.

Seperti pepatah, Mujur sepanjang hari Malang sekejap mata, telah tiba waktunya saat malang tak dapat di elakkan kini MA harus merasakan dingin nya tembok penjara dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya.

(dlooyd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.