ASTAGA…. PROYEK BENCANA ALAM GUNAKAN MATERIAL ILLEGAL ?

Editor : De Ola

TANAH DATAR, (JMG) – Bencana alam banjir bandang dan galodo yang melanda kawasan Lembah Anai beberapa waktu lalu memang meninggalkan duka yang mendalam. Kendati demikian, dalam duka itu masih ada yang mendapatkan keuntungan.

Pasca bencana yang menghancurkan jalan nasional dikawasan Lembah Anai itu, perbaikan langsung dilaksanakan oleh BPJN Sumbar dan PT. HKI selalu kontraktor pelaksana.

Sayangnya, pekerjaan penanganan bencana alam itu ternodai dengan penggunaan material illegal yang digunakan oleh pihak kontraktor pelaksana. Dengan leluasa tanpa memikirkan aturan hukum, PT. HKI diduga mengeruk keuntungan besar dari proyek tersebut.

Berdasarkan pantauan JMG di lokasi pengambilan material galian C, terlihat aktifitas alat berat eksavator dengan leluasa mengeruk galian c. Anehnya, tidak ada tindakan dan larangan dari pihak BPJN Sumbar dan Aparat Penegak Hukum (APH). Setelah mengambil material tersebut, truk-truk itu langsung membawanya ke lokasi proyek bencana untuk dihampar sebagai lapisan dasar.

Saat ditanyakan pada Ir. Masudi ST, MT selalu Kasatker PJN 1 Sumbar pada Senin (20/5) mengatakan Saat ini design sedang digodok, konstruksi penangan sedang dianalisa/dihitung, target jalan harus tersambung.


Bila ada menggunakan matrial setempat pasti itu tidak boleh dibayar, ujarnya.

Ditambahkan Masudi Setahunya pihak kontraktor melakukan normalisasi sungai batu di pinggirin. Untuk badan jalan mereka datangkan timbunan pakai dump truk. “Kalau ada photonya kirim saya pak, biar saya hajar mereka. Coba saya lacak memang saya blm minta bukti izin quarrynya”, ujarnya.

Apa yang disampaikan Masudi untuk “menghajar” Kontraktor ternyata tak terbukti sama sekali. Pasalnya, saat JMG kembali ke lokasi pengambilan material galian C illegal, masih banyak terlihat eskavator yang bekerja. Begitu juga masih banyaknya truk yang lalu lalang membawa material illegal ke lokasi proyek tersebut. (Tim)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.