Antisipasi Radikalisme, Polda Riau Gelar Jum’at Curhat Berikan Pemahaman Dampak Radikalisme

Editor : Ocu Azhar

Pekanbaru, ( JMG ) – Untuk memberikan pemahaman bahaya terkait dengan paham Radikalisme, Polda Riau gelar Jum’at Curhat bersama masyarakat di wilayah hukum Polsek Payung Sekaki kota Pekanbaru, Jum’at (17/05/2024).

Kegiatan yang digelar di Rumah Jum’at Berkah (JB) Jalan Riau kec. Payung Sekaki tersebut dipimpin oleh Wakapolda Riau Brijen Pol Kasihan Rahmadi serta didampingi para PJU Polda Riau.

Selain itu turut dihadiri oleh Kapolsek Payung Sekaki Iptu Rejoice Benedicto Manalu, para personil Polsek Payung Sekaki, Pengurus dan anggota Rumah Jum’at Berkah (JB) serta warga lainnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal diwakili Wakapolda Riau Brijen Pol Kasihan Rahmadi dalam penyampaiannya menyampaikan.

” Secara umum, radikalisme dapat dimaknai sebagai pemahaman dan atau perilaku menggunakan kekerasan dalam mensikapi perbedaan, memecahkan masalah atau mencapai tujuan “, jelas nya.

Lanjutnya, Menurut sebuah tulisan berjudul Perkembangan Pemahaman Radikalisme di Indonesia yang dimuat dalam Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah, istilah radikalisme berasal dari kata dasar radikal, kata tersebut berasal dari bahasa Latin, yaitu radix yang artinya yang merupakan yaitu berarti disebut juga akar atau berkatar.

” Mengutip dari buku Upaya Kolektif Mencegah Radikalisme dan Terorisme, ada beberapa ciri-ciri dari radikalisme tersebut yaitu :

  1. Kaku dan tekstualis dalam bersikap serta memahami teks-teks suci
    Ekstrem.
  2. Fundamentalis dan Eksklusif.
  3. Selalu bersemangat mengoreksi orang lain dengan menggunakan kekerasan.
  4. Memiliki kesetiaan lintas negara
    musuh yang tidak jelas identitasnya.
  5. Senang memilih jalan peperangan,
    bersemangat pada isu-isu penegakan negara agama dan
  6. Mengafirkan orang lain.

Tambahnya, adapun dampak yang ditimbulkan ditengah masyarakat dari Radikalisme tersebut, potensi kekerasan dan terorisme, perpecahan sosial, polarisasi politik dan menghambat pembangunan dan kemajuan serta kerugian bagi identitas negara.

” Jadi upaya-upaya dalam mencegah radikalsme secara mendiri ditengah masyarakat dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikir terbuka dan toleran, waspada terhadap hasutan dan provokasi, berjejaring dalam komunikasi perdamaian dan bergabung dalam damai “, pungkas nya.

( Az77 )

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.