Aiyamaak…, Diduga Curi Arus Listrik, Pengusaha Ternak Ayam Di Desa Perk. Sei. Dadap Diadukan LSM PKRI Ke Dirut PLN dan Kejari Asahan

Editor : De Ola

Asahan, (JMG) – DPC LSM Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Cadsena Kab. Asahan, membuka pengaduan laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, atas dugaan tindak pidana pencurian dan penyalah gunaan arus listrik milik negara PT PLN di usaha ternak ayam pedaging (broiler) di Dusun IV Desa Sei. Dadap III/IV Kecamatan Sei. Dadap Kab. Asahan.

Hal tersebut diterangkan Jhon Efdi Adinata Ketua DPC LSM PKRI Cadsena Kabupaten Asahan, saat jumpa pers dengan sejumlah pihak media disalah satu kafe diseputaran Jalan Cokroaminoto Kisaran, Jum’at (31/05/2024) sore.

Dalam laporan tertulisnya, Surat bernomor 109/DPC-MB-PKRI CADSENA/AS/V/2024 tertanggal 30 Mei 2024 yang ditujukan masing-masing kepada Direktur Utama PT.PLN Persero di Jakarta dan Kejaksaan Negeri Asahan di Kisaran. PKRI menyebutkan, bahwa di usaha ternak ayam potong (broiler) tersebut, diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum (PMH), tindak pidana yang dilakukan Pelaku usaha ternak ayam (Candra) bekerjasama dengan Manejer ULP PLN Simpang Kawat (Pazibu Rahman) yang berkantor di Desa Manis Kec. Pulau Rakyat.

Dimana dijelaskan PKRI dalam suratnya, bahwa pihak ternak ayam dengan membayar Rp. 2.500.000.- per bulan kepada pihak ULP PLN Simpang Kawat selama lebih kurang 2 (dua) tahun tanpa KWH meter dengan daya 6600 (3 PAS) yang langsung kabelnya diloskan/dibebaskan dari sambungan arus tiang listrik PLN ke kandang ternak ayam tersebut, hal tersebut telah merugikan Keuangan dan Perekonomian Negara RI.

Dalam investigasinya, Jhon Efdi mengatakan, telah menemukan fakta di lokasi ternak di Dusun IV Desa Perk. Sei. Dadap III/IV tersebut. Pengusaha ternak ayam potong diduga melakukan pencurian arus listrik milik PLN daya 6.600 untuk 6 blower berukuran besar alat pemanas ternak, tanpa menggunakan alat pengukur (kWh), sengaja di loskan atau dilangsungkan dari kabel besar PLN.

Saat investigasi, PKRI juga telah melakukan konfirmasi kepada pihak – pihak terkait dalam persoalan tersebut, diantaranya Candra pengelola usaha ternak, Sopyan petugas lapangan PLN Simpang Kawat dan juga pemilik usaha ternak ayam potong. Modus-modus kejahatan sebagai fakta yang ditemukan dilapangan terkait pada dugaan tersebut, antara lain Sistem Multiguna, 3 PAS, Surat Multiguna tanpa tandatangan yang disiapkan setiap bulan, membuat plank sebagai pengumuman tanah beserta kandang ayam tersebut, mau dijual serta menggunakan KWH alat ukur meter prabayar (token).

Atas temuan lapangan dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, atas dugaan pencurian arus listrik milik negara PT PLN itu, maka DPC LSM PKRI CADSENA Kab. Asahan secara resmi melayangkan suratnya kepada Direktur Utama PT PLN di Jakarta dan Kepala KEJARI Asahan, kerena dugaan pencurian arus listrik milik negara tersebut, telah melanggar aturan hukum, pasal 12 ayat (1) UU no. 30 tahun 2009, dimana pelaku pencurian arus listrik dapat dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun penjara sebagaimana disebutkan PKRI dalam surat pengaduannya.

Sementara sebelumnya, Sabtu (01/06/2024), pagi, untuk kepentingan pemberitaan, JMG telah mengkonfirmasi hal dugaan pencurian arus listrik itu kepada Candra selaku pengelola usaha/pengontrak kandang ayam tersebut, beliau mengatakan tidak tahu menahu soal dugaan pencurian arus tersebut, dan Candra meminta JMG untuk menanyakannya langsung kepada Pemilik kandang ternak itu.

“Ya langsung tanya aja sama yang punya la pak, biar saya enggak ada urusan lagi soal itu. Tanyak aja la pak sama yang punya kalau urusan itu sama yang punya kandang pak”, ucap Candra pengontrak kandang ternak ayam.

Namun sangat disayangkan, beberapa kali JMG mencoba konfirmasi langsung ke nomor seluler pemilik kandang tak diangkat, dan di chatting melalui pesan singkat WashtApp pun tak mendapatkan balasan sampai berita ini ditayangkan.

Sedangkan Sofyan selaku petugas jaga PLN Simpang Kawat, saat dihubungi JMG melalui telepon, juga tak tahu menahu soal penyambungan listrik yang diduga ilegal itu,, dan beliau tak berkenan memberikan no seluler Kepala ULP PLN Simpang Kawat saat diminta wartawan media ini untuk keperluan konfirmasi.

“Kalau soal listrik di Kandang ternak ayam itu saya gak tau pak, saya cuma petugas jaga, saya pun tinggal di Simpang Kawat. Saya gak berani ngasi nomor Pak Kepala ULP Pak, nanti gak enak sama Bapak itu”, sebut Sopyan.
(thd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.